Komitmen Tanpa Batas : Upaya BPBD Papua Barat Mengoptimalkan Pelayanan Meski Minim Anggaran
MANOKWARI, BPBD PB – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga ritme pelayanan penanggulangan bencana agar tetap prima di tengah berbagai tantangan operasional yang kompleks. Dalam menghadapi dinamika kebencanaan di wilayah Papua Barat, fokus utama instansi saat ini adalah penguatan konsolidasi internal, memastikan kesiapsiagaan personel, serta melakukan optimalisasi aset yang tersedia guna menjamin respons cepat dan tepat bagi masyarakat.
Langkah Strategis: Inventarisasi Aset Operasional
Menindaklanjuti arahan strategis pasca-dilantik oleh Gubernur Papua Barat, Sekretaris BPBD Provinsi Papua Barat, Agustinus Sroyer, S.Sos., M.Pd., segera menginisiasi langkah nyata dengan melakukan audit dan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh aset operasional di gudang logistik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemetaan kekuatan armada, mulai dari kendaraan Rescue Unit, mesin motor tempel, hingga peralatan taktis pendukung lapangan lainnya yang menjadi ujung tombak evakuasi.
“Kami menyadari adanya kendala pada sejumlah sarana pendukung yang mengalami degradasi fungsi akibat faktor usia teknis dan keterbatasan alokasi biaya pemeliharaan berkala. Namun, keterbatasan ini tidak menyurutkan dedikasi kami. Inventarisasi ini merupakan langkah manajerial untuk menentukan skala prioritas perbaikan berdasarkan urgensi kebutuhan lapangan dengan sumber daya yang ada saat ini,” tegas Agustinus Sroyer.

Optimalisasi SDM: Solusi Integratif Menghadapi Keterbatasan Fasilitas
BPBD Papua Barat meyakini bahwa di tengah keterbatasan fiskal, penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama keberhasilan operasi. Saat ini, instansi tengah memformulasikan program penguatan kompetensi berkelanjutan. Tujuannya adalah membentuk personel yang memiliki keahlian multifungsi (multi-tasking), khususnya dalam pengoperasian teknologi kebencanaan mutakhir sehingga setiap individu mampu memberikan kontribusi maksimal dalam situasi darurat.
Selaras dengan hal tersebut, Kasubag Logistik BPBD Papua Barat, Sri Haryanti, SH, menekankan pentingnya aspek legalitas dalam pengelolaan aset. Saat ini, proses tertib administrasi, termasuk percepatan proses hibah aset dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus diupayakan secara intensif.
“Akurasi data aset dan kepastian status hukum melalui proses hibah yang tuntas adalah fondasi utama. Hal ini sangat krusial agar skema pemeliharaan jangka panjang memiliki landasan hukum yang kuat, sehingga dukungan anggaran dari Pemerintah Daerah dapat dialokasikan secara tepat guna dan berkelanjutan,” jelas Sri Haryanti
Sinergi Mitigasi dan Kolaborasi Berbasis Masyarakat
Di samping pembenahan internal, BPBD Papua Barat terus memperluas jangkauan edukasi mitigasi secara preventif. Mengingat karakteristik geografis Papua Barat yang rentan terhadap cuaca ekstrem, kolaborasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat menjadi elemen yang tidak terpisahkan dalam rantai penanggulangan bencana.
BPBD secara konsisten mengimbau masyarakat untuk menjaga integritas ekosistem hutan dan menghindari praktik-praktik yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Pendekatan berbasis kearifan lokal dalam menjaga alam dinilai sebagai instrumen mitigasi yang paling efektif dan efisien.
“Keterbatasan fasilitas fisik bukanlah penghalang bagi negara untuk hadir di tengah masyarakat. Dengan sinergi lintas sektor serta tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan lingkungan, kita dapat membangun ketangguhan daerah dalam menghadapi risiko bencana di tanah Papua Barat,” pungkas Agustinus Sroyer dalam keterangannya.
(2026/stv)